Keinginan Dan Kemampuan

Piala Presiden 2019: Kalteng Putra Tumbangkan PSM Makassar

Piala Presiden 2019: Kalteng Putra Tumbangkan PSM Makassar

Kejutan terjadi pada grup C Piala Presiden 2019. Sebab, tim promosi Liga satu, Kalteng Putra, sukses menghajar PSM Makassar di Stadion Moch. Soebroto, pada Rabu (6/3).

Bermain sebagai kubu unggulan, PSM langsung main menekan pada awal-awal laga. Di menit keempat, sepakan bebas Marc Klok nyaris membobol gawang Kalteng Putra. Tapi, usahanya tengah bisa dimentahkan oleh OK. John.

Beberapa saat setelahnya, giliran Rizky Pellu yang menebar ancaman. Dia berhasil menyambar umpan kiriman M. Rahmat. Namun, sepakannya masih dapat dimentahkan dengan kiper Kalteng Putra, Dimas Galih.

Kerap tertekan, armada Gomes de Oliveira endingnya bisa meninggalkan menyerang pada menit ke-20. Tapi, Ferinando Pahabol yang mendapat umpan melalui Diogo Campos malah terperangkap perangkat offside. Kedua kesebelasan terus melontarkan serangan-serangan mematikan di sisa waktu fase pertama. Tapi, tak tersedia gol yang tercipta.

Pada fase kedua, PSM kembali meninggalkan menyerang. Kalteng Putra juga meladeni performa ofensif Juku Eja bersama taktik tinggal yang agresif. Permainan itu berhasil memukul mundur sektor serang Juku Eja.

Pada menit ke-63, Kalteng Putra endingnya bisa menyarangkan gol perdana di laga ini. Berawal dari performa individu Ferinando Pahabol, Antoni Putro sukses menjebol gawang Rivky Mokodompit melalui tendangan yang Juventus ke tiang jauh.

Goal dari Antoni Putra itu semakin membikin pasukan Gomes de Oliveira semakin bernafsu menyerang. Tapi, serangan-serangan keduanya masih dapat dimentahkan dengan lini belakang Armada Ramang. Juku Eja juga kerap kali melancarkan serangan-serangan balik. Tapi, tak tersedia gol bala bantuan yang terjadi di sisa waktu laga.

Hasil itu membuat OK. John dkk berhasil memuncaki klasemen grup C bersama raihan 3 poin. Di sisi lain, Wiljan Pluim dkk seharusnya tergusur menuju dasar klasemen.

Bos AC Milan Tak Butuh Pujian

Bos AC Milan Tak Butuh Pujian

Manajer AC Milan, Gennaro Gattuso, menolak mendapat sanjungan atas kinerjanya. Dia lebih memutuskan memusatkan perhatian dari 1 pertandingan ke pertandingan selanjutnya.

Milan tidak menelan kekalahan di dalam 6 pertandingan terbaru pada seluruh turnamen. Rossoneri jua menduduki tempat 4 klasemen Serie A yang merupakan batas akhir Liga Champions.

Menurut Gennaro Gattuso, sanjungan di dalam sepakbola cuma bersifat semu. Dia berkaca di sejumlah juru tak-tik kuat yang masih dikecam, walau sudah mendapat beberapa piala.

“Di Milan aku tak membuat apa-apa, kami cuma harus menyiapkan diri buat laga mendatang, 1 per 1. Hari ini tak terdapat yang dapat direncanakan, sepak bola sudah bertransformasi. Terdapat berbagai hal yang tak terdeteksi. 10 sampai 12 tahun kemarin, lebih sukar bagi pemain buat hengkang, ” tutur Gattuso pada Soccerway.

“Jadi, kami perlu memusatkan perhatian di apa yang seharusnya kami kerjakan. Team saya ada pada tangan yang tepat, Paolo Maldini serta Leonardo paham bagaimana pindah pada bursa transfer. Mereka sudah memperoleh 2 bintang vital seperti Krzysztof Piatek serta Lucas Paqueta.

“Saya tak mau sanjungan, aku seharusnya mengucapkan terima kasih hanya pada skuat yang berbuat hal-hal berharga. Aku perlu meneruskan, aku kira aku dapat melakukan pekerjaan itu serta aku tak butuh diberitahu jika aku baik. Aku paham apa yang dapat aku berikan di dalam tim serta kami bakal meneruskan. Mereka mengalahkan manajer yang sudah meraih beberapa piala seperti Jose Mourinho, Carlo Ancelotti serta Massimiliano Allegri, ” Gennaro Gattuso melanjutkan.

Kembali Cetak Gol, Zapata Lewati Pencapaian Ronaldo

Kembali Cetak Gol, Zapata Lewati Pencapaian Ronaldo

Striker tulang punggung Atalanta, Duvan Zapata sukses melewati pencapaian 14 gol punya Cristiano Ronaldo di Serie A kampanye musim ini. Dia sukses menyarangkan goal ke-15-nya saat berlaga melawan AS Roma di hari Minggu (27/1).

Kampanye musim ini, Duvan Zapata memang bisa memperlihatkan performa yang mengesankan. Penghujung minggu kemarin, dia sukses menyarangkan 4 goal menuju gawang Frosinone. Selain itu, dia pun sempat menyarangkan tiga gol saat main kontra Udinese di bulan Desember silam.

Di kampanye musim 2017-18, striker 27 tahun ini pun bisa memperlihatkan penampilan yang lumayan bagus. Dia sukses menyarangkan 11 goal dari 32 performanya bareng Sampdoria

Awalnya, Duvan Zapata kesulitan buat memperlihatkan penampilan paling bagusnya di mulut gawang musuh. Dia malahan perlu 10 pertandingan buat menyarangkan goal perdananya. Ketika itu, dia sukses menyarangkan goal perdananya buat Atalanta kampanye musim ini saat berlaga melawan Bologna di tanggal 4 November.

Striker dari Kolombia tersebut total telah menyarangkan 18 goal serta 5 assist melalui 28 performanya di seluruh turnamen. Sekarang, dia cuma berjarak 1 goal bersama pemuncak daftar pencetak gol terbanyak Serie A, Fabio Quagliarela. Striker tulang punggung Sampdoria ini sukses menyarangkan enam belas goal dari dua puluh performanya di Serie A kampanye musim ini.

Pertandingan Atalanta kontra Roma sendiri berjalan dengan sengit. I Lupi sukses menyarangkan tiga gol pada babak pertama melalui dua gol Edin Dzeko serta 1 goal Stephan El Shaawary. Tapi, Atalanta sukses bangkit pada fase ke 2. Dimotori oleh Papu Gomez, La Dea sukses menyarangkan tiga gol melalui Timothy Castagne, Rafael Toloi serta Duvan Zapata.

Presiden RFEF: Pertandingan La Liga Tidak Akan Diselenggarakan di Amerika Serikat

Orang nomor 1 di Asosiasi Sepakbola Spanyol (RFEF), Luis Rubiales, menutup kemungkinan digelarnya pertandingan Liga Spanyol antar Barcelona melawan Girona di Amerika Serikat. Menurut pendapatnya, hal itu tidak bakal terealisasi sebab tidak mendapat suport melalui pihak manapun.

Pada awalnya, orang nomor 1 di La Liga, Javier Tebas, sempat menyampaikan niatnya buat melakukan pertandingan Barcelona melawan Girona di Miami, Amerika Serikat. Keinginan itu mendapat penolakan melalui ke 2 tim, RFEF serta FIFA.

“Wacana itu telah jadi masa lalu buat kami semua. Tidak tersedia satupun institusi sepakbola yang memberi dukungannya soal wacana itu. Sekarang, pembicaraan mengenai hal itu telah selesai,” kata Rubiales dilansir melalui Diario Sport.

Walau keberatan rencana dari Tebas, Rubiales menyatakan jika ia masih menghormati Tebas menjadi orang nomor 1 di dari La Liga. Dia mengakui tidak punya masalah apa pun bersama Tebas.

“Saya amat menghargainya. Javier merupakan Orang nomor 1 di La Liga serta aku tidak punya masalah apa pun dengannya. Moga-moga, dia pun menghormati posisi Ku menjadi Orang nomor 1 di RFEF. Moga-moga, Javier bakal setingkat lebih sering hadir ke pertemuan yang diselenggarakan oleh dewan federasi pada masa mendatang,” tutur lelaki 41 tahun itu.

“Saya pun berharap dewan federasi bakal terus punya koneksi yang bagus bersama semua tim. Bukan cuma di La Liga. Namun juga pada semua divisi sepakbola di Spanyol. Hal itu diperlukan demi menjaga nama baik sepakbola Spanyol.”

Belum Menikah, Evan Dimas Tiba-tiba Dipanggil Papa

Pemain berposisi gelandang tim nasional Indonesia, Evan Dimas, mendapatkan kejadian tidak pada umumnya di media sosial pribadinya.

Bintang berumur 23 tahun itu disapa Papa, walau belum menikah dengan siapa aja.

Itu Berawal kala Evan Dimas mengucapkan rasa syukur sehabis tim nasional Indonesia memenangkan pertandingan friendly melawan Myanmar dengan skor 4-0.

Mengupload foto tim nasional Indonesia, Evan Dimas menorehkan ” Alhamdulillah”.

Sehabis mengupload itu, Evan mendapat respon komentar dari banyak temannya, salah satu diantaranya merupakan Ilija Spasojevic.

Sudah sama-sama memperkuat tim nasional serta tim Bhayangkara FC, Spaso tidak sungkan memberikan pujian Evan.

Uniknya, Spaso memberi panggilan “Papa” yang pada umumnya dimanfaatkan buat memanggil orang tua pria.

“Mantap Papa, ” klaim Spaso.

Mendapat komentar demikian, Evan juga tidak nampak menolak lalu membalas sanjungan buat Spaso.

“@spaso_87 Papa kelas ganar (red: menang), ” balas Evan.

Pentolan Bonek Komentari Perobekan Bendera dan Chant Rasis Terhadap Persebaya

Pentolan Bonek, Andie Peci, mengkritik chant rasis serta kejadian perobekan bendera yang berlangsung pada pertandingan Arema melawan Persebaya.

Arema FC melawan Persebaya pada Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (6/10). Pertandingan bertajuk derbi Jawa Timur ini dimenangi tuan rumah karena goal semata wayang Ahmad Nur Hardianto saat laga sudah berjalan hingga menit ke-70.

Sewajarnya pertandingan derbi, pertandingan Arema melawan Persebaya pun dipenuhi intrik-intrik memanas didalam stadion. Salah satu diantaranya merupakan yang berlangsung setelah sang pengadil meniup peluit akhir tanda laga usai.

Pendukung tuan rumah nampak turun serta menyerbu menuju gelanggang sangat pertandingan usai. Di dalam tayangan pada televisi, tentu nampak tersedia oknum pendukung yang memasuki gelanggang sambil merobek bendera Persebaya.

Sontak video itu jadi viral pada wartawan sosial sampai memperoleh komentar melalui pentolan Bonek, pendukung Persebaya, Andie Peci. Melewati akun Twitter pribadinya, Andie Peci mengupload potongan video perobekan bendera.

“Ku tidak merasa sakit hati simbol Persebaya disobek di dalam laga resmi. Ku maklumi, sebab yang menyobek ini berpikir hidupnya tengah pada zaman komunal primitif. Tidak pun hingga zaman perbudakan, terlebih zaman pertanian serta industri, ” klaim Andie Peci pada Twitter.

Andie Peci pun menyayangkan masih tersisa pendukung yang menyanyikan lagu bernada rasialis di pertandingan Arema melawan Persebaya. Padahal, kala Liga satu dipatahkan minggu yang lalu, PSSI yang adalah federasi sepakbola Indonesia telah melarang pendukung guna menyanyikan chant yang bernada menyerang.

“Saya rasa seluruh setuju ya sebab itu akhir melalui satu usaha jika siklus pemberian sanksi kepada performa rasis usai laga berakhir tak efektif, ” tutur Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, tentang sebab aturan itu dibikin.

“Pasca kematian Haringga harusnya tak butuh sedang tersedia lagu ‘dibunuh saja’. Mengapa datang sedang lagu ini? ” klaim Andie sedang.

Kesalahan Paling besar Madrid Sepanjang Sejarah: Jual Cristiano Ronaldo

Keberangkatan Cristiano Ronaldo dari Real Madrid ke Juventus sepertinya masih menyebabkan beberapa kegelisahan, terutama di hati suporter Los Blancos. Mantan orang nomor 1 di Real Madrid, Ramon Calderon juga ikut geleng kepala, ia bertanya-tanya pada keputusan Madrid.

Untuknya, Ronaldo tidak bisa digantikan. Jual Ronaldo bakal menjadi blunder paling besar Madrid sepanjang sejarah, ia percaya ini. Dirinya memperhitungkan Ronaldo merupakan satu-satunya bintang yang dapat melakukan apa yang ia lakukan, tak ada bintang lainnya yang bisa menyamai atau malah menjadi penggantinya.

Keberangkatan Ronaldo ini jua menyebabkan banyak kritikan terhadap pria utama di klub, Florentino Perez. Menurut laporan, Ronaldo merasa marah sebab Perez ingin menggelontorkan banyak uang demi mendapat Neymar, tapi tidak bersedia mengabulkan tuntutan bayaran Ronaldo.

Calderon benar-benar masih ingat macam mana dia berupaya keras demi mendaratkan Ronaldo pada 2009 lalu. Hal itulah yang menjadikannya menyesali keberangkatan sang superstar.

“Rasanya amat memilukan menyaksikan mereka jual bintang seperti Cristiano Ronaldo, amat memilukan. Menyusul apa yang aku butuhkan untuk mendaratkan ia, upaya yang rombongan saya lakukan untuk mengantarkan ia menuju Madrid, ” tutur Calderon dilansir dari diario as yang merupakan media berita bola.

“Manchester United menolak jual dirinya dan oleh sebab itu amat sukar. Dan kini mereka jual ia untuk 100 juta €. Tak tersedia bintang yang dapat menyarangkan 60 goal di dalam 1 tahun yang bernilai 100 juta €. ”

Hasilnya, Calderon percaya Madrid bakal menangisi keputusan ini. Jual seorang Cristiano Ronaldo benar-benar tidak bisa dibayangkan. Ia yakin pada masa mendatang Madrid bakal memandang keputusan ini menjadi satu diantara blunder paling besar.

“Jual Cristiano bukan kabar bagus, entah untuk 100 juta ataupun miliar. Tapi memang betul rombongan saya menerapkan klausul miliaran € untuk menghalau mereka yang berminat padanya pada masa mendatang. ”

“Tapi di kala yang serupa itulah berfungsi memperlihatkan jika tak tersedia bintang yang mirip ia. Ini (penjualan Ronaldo) merupakan kesalahan bersejarah,” pungkas Calderon.

5 Punggawa yang Mengecewakan di Piala Dunia 2018

Piala Dunia 2018 telah berlangsung hingga fase perempat-final. Tidak sedikit pesepakbola yang dapat menunjukkan penampilan yang dahsyat dengan negerinya masing-masing. Tapi, pada kenyataannya seperti yang bisa kita baca di berita bola tidak sedikit juga pemain yang tak sesuai ekspektasi. Mereka digadang-gadang akan jadi superstar di Rusia namun performanya malah meredup. Di bawah ini merupakan 5 pemain bola yang mengecewakan di Piala Dunia 2018 sebagaimana menurut prediksi bola.

Mesut Ozil (Jerman) – Tidak sedikit yang menyangsikan bila Ozil dapat tajam di laga raksasa, dan etos kerjanya lumayan istimewa bagi team kelas atas. dan itu jelas sudah dapat dibuktikan bila ia jelek di Rusia. Ozil diinginkan sejumlah media salah satunya blog Liga Inggris, dapat memainkan fungsi vital buat Jerman terutama dengan sejumlah talenta remaja di sekelilingnya. Ia memainkan Piala Dunia ke 3 nya, dan mempunyai pekerjaan memimpin semua pemain remaja. Tapi, performa Ozil amat mengecewakan. Ia tak membuat dampak ketika vs Meksiko, dan diparkir ketika mereka menghancurkan Swedia. Ozil dengan mengejutkan dapat balik menuju tim di dalam partai pamungkas vs Korea Sebelah selatan sebab amat sedikit yang menginginkan Joachim Loew merubah susunan punggawanya. Ini jelas sudah dapat dibuktikan jadi pilihan yang salah sebab Ozil kembali tak berhasil membuat sumbangsih. Untuk itu, takkan heran bila ini merupakan kompetisi raksasa terakhir sebab ia tak lumayan istimewa di Piala Dunia.

Lionel Messi (Argentina) – Di umur 31 tahun, website livescore Liga Spanyol mengatakan, Piala Dunia 2018 jadi kesempatan terakhirnya Messi buat mendapat keberhasilan di kompetisi sepak bola besar. Sialnya, ia dan kesebelasannya tak dapat berbuat banyak. Superstar Barcelona tersebut berlaga istimewa vs Nigeria guna menolong Argentina menembus fase 16 besar, tapi performa Messi tak kayak pada umumnya. Memang tak ideal bila mengkambing hitamkan Messi seluruhnya atas ketidakberhasilan Argentina. Ini merupakan team Argentina yang sangat jelek, dan di atas kertas, mereka takkan dianggap menjadi salahsatu team kelas atas di kompetisi. Mereka amat tergantung pada Messi. Buktinya dapat kita lihat di statistik web livescore Liga Jerman online, Messi tak berhasil mengeksekusi penalti buat menang vs Islandia, dan Lalu menghilang ketika kesebelasannya tumbang 3-0 dari Kroasia. Ia sempat retirement dari sepakbola internasional bertahun-tahun kemarin menjelang balik menuju tim. Namun rasa-rasanya ini penghujung dari kiprahnya di kancah internasional. Bila memang begitu, ini merupakan jalan yang jelek untuk salahsatu punggawa terpopuler dunia untuk menyelesaikan Piala Dunia.

David Silva (Spanyol) – Tidak sedikit yang mengira David Silva memimpin Spanyol mendapat keberhasilan di Piala Dunia sehabis melakoni kompetisi musim yang brilian di Premier League dengan Manchester City. Digadang-gadang oleh livescore Liga Italia, ia masih jadi punggawa inti tuk La Roja ini. Ia telah menciptakan kira-kira 100 performa buat timnas, dan diinginkan dapat tajam di area tengah dengan Andres Iniesta. Tapi, Silva rasa-rasanya tak pernah mendapat peran di tim Spanyol. Di City, ia berlaga dengan Kevin de Bruyne, dan mereka memiliki karakter yang tidak sama. Tapi dengan Spanyol, ia mirip dengan Isco dan Iniesta, dan ia tak dapat membuat dampak. Silva ditarik keluar sehabis lebih dari 1 jam vs Rusia, dan ini tak begitu mengejutkan. Silva adalah pemain yang brilian, tapi ia tak dapat gemilang di Piala Dunia.

Robert Lewandowski (Polandia) – Tak disangsikan lagi bila Lewandowski merupakan salahsatu ujung tombak terbaik di dunia pada waktu ini. Sepanjang 4 kompetisi musim dengan Bayern Munchen, berita bola terbaru mencatat ia sudah memainkan 126 partai di Bundesliga dan membikin 106 gol. Rekornya dengan Polandia pun mempesona. Menjelang Piala Dunia, Lewandowski membikin 55 skor cuma di dalam 95 laga. Di Rusia, ia tampak kayak pesepakbola yang tidak sama. Seperti Messi, Polandia amat tergantung dengan Lewandowski dan mutu teman seklubnya tak sekeren di Bayern. Akibatnya, talenta berumur 29 tahun tersebut tak terlihat bersinar. Lewandowski keluar dari Rusia tanpa sempat mencetak gol dari 3 partai yang dijalaninya.

Thomas Muller (Jerman) – Tak banyak pemain yang mempunyai rekor mempesona di Piala Dunia sebagaimana Muller. Di dalam 2 kompetisi perdananya yang bisa kita baca di livescore, ia dapat membikin sepuluh skor, tergolong menyabet Sepatu Emas di Afrika Sebelah selatan di tahun 2010. dari seluruh punggawa Jerman di Rusia, ia barangkali yang sangat mengecewakan. Tak kayak Ozil, Muller diturunkan ketika vs Swedia walaupun performanya amat jelek saat dihadapkan dengan Meksiko. Muller cuma jadi pemain pengganti pada partai terakhir dan tak dapat menyelamatkan kesebelasannya dari hasil negatif melawan Korea Sebelah selatan. Muller tak melakoni kompetisi musim super dengan Bayern, dan cuma membikin 8 goal di liga. Tapi, ia umumnya dapat tajam di kompetisi raksasa. Ia masih tetap main jelek di Rusia dan sering terkesan menghilang di arena pertandingan.

Walaupun Main Jelek, Ronaldo Tidak Bakal Dicerca Kayak Messi

Cristiano Ronaldo dipandang berlaga jelek di dalam laga pekan ke-3 Grup B Piala Dunia 2018 di antara Portugal vs Iran. Ronaldo tak berhasil memperlihatkan ketajamannya di dalam laga malam itu.

Ronaldo bukan saja tak berhasil membikin skor, namun dia juga tidak dapat mengkonversi hadiah penalti yang diterimanya jadi skor. Disamping itu, menurut website berita MotoGP terkini, Ronaldo pun menyikut lawan yang untungnya hanya dihukum dengan kartu kuning oleh pengadil lapangan, Enrique Caceres. Secara individu, performa Ronaldo di dalam pertandingan ini pun dianggap tak berkualitas.

Berdasarkan penilaian bekas kiper Manchester United dan tim nasional Denmark, Peter Schmeichel, kinerja Ronaldo emang amat jelek. Berdasarkan Schmeichel, amat jarang Ronaldo memperlihatkan penampilan seburuk ini. Namun Schmeichel percaya Ronaldo takkan dihujat sama seperti saat Messi tak berhasil membikin skor melalui titik yang berwarna putih saat Argentina bertemu dengan Islandia kemarin

Schmeichel memperingatkan jika Ronaldo telah berkontribusi besar untuk Portugal selama ini di Piala Dunia. Data dari livescore pertandingan bola, CR7 telah membikin 4 skor. Karenanya, walaupun tak berhasil membikin skor melalui penalti serta berlaga jelek, Ronaldo tak layak dicerca.

“Ronaldo tampil jelek di dalam pertandingan ini, amat jarang kamu menyaksikan Ronaldo seburuk ini. Saya tidak tahu apakah ia bakal dihujat semua fans seperti saat Messi tak berhasil penalti. Namun kondisi Messi juga Ronaldo tidak sama. Ronaldo telah membikin 4 skor. Ia telah ada di kelas atas jajaran pencetak skor di kompetisi ini Sementara Messi tidak berbuat banyak juga telah tak berhasil penalti, ” ungkap Schmeichel pada RT.

Tentang sikutan Ronaldo terhadap Morteza Pouraliganji, Schmeichel mengatakan bila pengadil lapangan menilainya menjadi pelanggaran, maka Ronaldo memang mesti dikartu merah. Namun Schmeichel pun yakin jika Ronaldo bukanlah punggawa kotor hingga dia percaya sikutan tersebut tak disengaja.

6 Kemenangan Besar dalam Histori Piala Dunia

Inggris belum lama mencatatkan keunggulan besar mereka di dalam histori Piala Dunia. Mereka dapat menghancurkan Panama dengan 6-1 di pertandingan ke-2 Grup G, yang diselenggarakan di Stadion Nizhny Novgorod, Minggu (24/6) malam WIB. Hasil tersebut pastinya amat vital Untuk Inggris. Armada Gareth Southgate tersebut sukses memastikan dirinya menembus fase 16 besar. Tapi, hasil yang didapat Harry Kane dan teman-teman tersebut masih tidak tercatat menjadi salahsatu keunggulan besar di dalam histori Tropi Dunia. Masih terdapat beberapa laga lain yang berakhir dengan score mencolok di pesta olahraga sepak bola sejagat tersebut. Di bawah ini enam keunggulan besar di dalam histori Piala Dunia sebagaimana menurut media berita MotoGP terkini:

Jerman 8-0 Arab Saudi (2002) – Hasil negatif 5-0 Arab Saudi vs Rusia di laga pembuka Piala Dunia 2018 telah lumayan menakutkan. Tapi, ini tak seberapa bila di kompare dengan hasil negatif 8-0 mereka vs Jerman di 2002. Jerman mengamuk di Jepang ketika vs Arab Saudi yang gagal menjadikan 1 tekel di fase perdana. Die Maanschaft sukses melaju menuju final namun finis menjadi runner-up di belakang Brasil. Di sisi lainnya, Arab Saudi telah tumbang di laga pertama-tama mereka. Top skorer sepanjang masa Piala Dunia, Miroslav Klose membikin tiga gol, akhirnya disusul dengan skor dr Michael Ballack, Carsten Jancker, Thomas Linke, Oliver Bierhoff dan Bernd Schneider.

Uruguay 8-0 Bolivia – Uruguay ada di dalam list ini tuk ke-2 kalinya sehabis mereka menghancurkan sesama team Amerika Sebelah selatan, Bolivia dengan score 8-0 di 1950. 1950 bakal selamanya jadi tahun yang dikenang oleh rakyat Uruguay sebab tahun tersebut merupakan musim di mana mereka meraih gelar Piala Dunia ke-2 mereka. Mereka menghancurkan penyelenggara piala dunia, Brasil di final yang Lalu terkenal dengan Tragedi Maracana. Laga tersebut terjadi di fase grup dan adalah pertanda untuk kesuksesan Uruguay. Oscar Miguez memperoleh tiga gol, Juan Schiaffino memborong 2 skor dan Ernesto Vidal, Julio Perez dan Alcides Ghiggia masing2 membikin 1.

Swedia 8-0 Kuba (1938) – Laga ini terjadi di fase perempat-final kompetisi 1938. Ini adalah hasil negatif yang memalukan untuk team Amerika Tengah tersebut. Swedia segera menembus perempat-final sehabis lawan mereka di fase 16 besar, Austria, mundur dari kompetisi. Mereka Lalu mengalahkan Kuba dengan 2 punggawa membikin tiga gol – Harry Andersson dan Gustav Wetterstrom. Tore Keller dan Arne Nyberg jua membikin skor tuk Swedia.

Hungaria 10-1 El Salvador (1982) – Performa Panama vs Inggris jelek, tapi masih sedikit jelek team Amerika Tengah lain, El Salvador. Data yang kami dapat dari livescore pertandingan bola, Hungaria merupakan salah satu team yang sempat membikin score 2 digit di dalam laga Piala Dunia saat mereka membikin 10 skor. 2 rekor pecah saat punggawa pengganti Laszlo Kiss membikin hattrick di dalam waktu 7 menit. Ini merupakan tiga gol paling cepat yang sempat dibuat di Piala Dunia dan salah satu yang dibuat oleh punggawa pengganti. Tapi, ke-2 team tiada yang sukses melaju dari grup mereka. Tibor Niyalasi, Gabor Poloskei, Laszlo Fazekas, Jozsef Toth dan Lazar Szentes turut menyumbang skor menuju gawang El Salvador.

Yugoslavia 9-0 Zaire (1974) – Zaire bakal selamanya dikenang menjadi salahsatu team terjelek di dalam histori Piala Dunia dan hal-hal tersebut dapat dibuktikan saat mereka tumbang 9-0 oleh Yugoslavia. Zaire tumbang dr Skotlandia di laga pembuka. Mereka Lalu meneruskan dengan performa jelek vs Yugoslavia. Dusan Bajevic membikin hat-trick, kemudian Dragan Dzajic, Ivica Surjak, Josip Katalinski, Vladislav Bogicevic, Branko Oblak dan Ilija Petkovic membikin 1 skor di pertandingan itu.

Hungaria 9-0 Korea Sebelah selatan (1954) – Korea Sebelah selatan muncul 2 kali di dalam list ini berdasarkan 2 hasil dari kompetisi yang sama. Mereka musti menghadapi Hungaria, yang secara luas disebut menjadi team teristimewa di dunia pada kala itu, dengan punggawa terbeken, Ferenc Puskas. Tak heran bila ia dapat membukukan namanya di papan score dengan brace dan ia ditemani oleh Mihaly Lantos, Zoltan Czibor, Peter Palotas dan Sandor Kocsics. Kocsics merupakan superstar di dalam laga tersebut sehabis membikin tiga gol.

Scroll To Top